SOP Pemasangan Infus Menurut Kemenkes & WHO

0 Comments

SOP Pemasangan infus.- Ada banyak cara yang bisa kita lakukan agar cairan tubuh pada pasien tetap terpenuhi & salah satunya yakni dengan melakukan pemasangan infus. SOP ini ditulis berdasarkan referensi dari berbagai buku bahan ajar keperawatan yang disusun oleh Kemenkes (kementrian kesehatan).
Sebelum melaksanakan tindakan pemasangan infus. Ada berbagai hal yang mesti diperhatikan, Salah satunya yakni mengetahui ukuran vena & jenis therapi cairan infus yang akan diberikan. Dengan mengetahui 2 hal ini, maka tindakan dalam pemasangan infus akan lebih mudah.

Tujuan dari tindakan pemasangan infus ini terdiri dari 3 bagian :

  • Agar memperbaiki kebutuhan cairan & elektrolit tubuh seseorang.
  • Untuk menyeimbangkan cairan dan elektrolit
  • Agar mempermudah pemberian obat atau terapi melalui intravena.

Pengertian Pemasangan Infus

Pemasangan infus ialah suatu tekhnik atau cara penusukan jarum IV catheter (abocat) melalui transkutan dengan stilet yang tajam & menembus hingga kebagian ruang vena yang bertujuan untuk memasukan cairan atau obat kedalam tubuh untuk memperoleh reaksi obat yang lebih cepat.

Tujuan Pemasangan Infus

  • Tujuan utama dari pemasangan infus untuk menggganti serta mempertahankan cairan & elektrolit yang ada dalam tubuh. baik berupa air elektrolit itu sendiri, ataupun berbagai kandungan lain seperti vitamin, lemak, protein ataupun kalori, yang memang kandungan tersebut tidak dapat dipertahankan melalui oral (mulut).
  • Memperbaiki & menyeimbangkan kandungan asam basa yang ada dalam tubuh.
  • Mengontrol/memonitor kebutuhan nutrisi
  • Untuk memberikan berapa obat melalui intra vena (IV), terutama jenis obat yang memerlukan efek cepat.
  • Untuk memasukan cairan melalui alat khusus, seperti pemompa obat.
  • Monitor CVP atau tekanan vena central.
  • Melaksanakan monitor hemodynamic.
  • Memberikan penanganan secara cepat pada pasien yang diduga mengalami hipovolemi dan pada pasien yang mengalami trauma berat.

Lokasi Penusukan Infus

Ada beberapa lokasi/area dalam penusukan infus, berikut ini beberapa lokasi yang bisa kamu lakukan dalam penusukan iv catheter (abocat):

  • Lokasi pertama penusukan yakni pada Vena Meta Karval atau vena Digitalis. Lokasi vena ini terletak di punggung telapak tangan.
  • Lokasi kedua Pada vena cephalica / vena basilica yakni pada lengan bagian bawah
  • Lokasi vena media cephalic & pada vena fossa antecubital-media basilica, terletak di siku bagian dalam. pemasangan infus ini lebih baik dilakukan dalam jangka waktu yang singkat atau pendek.
  • Lokasi pemasangan infus juga bisa dilakukan pada Kaki, yakni pada vena pleksus dorsum, vena medical marginalis, arkus vena dorsalis. dan juga pada bagian mata kaki, yaitu pada vena saphena magma.

Keuntungan dan kesulitan Pemasangan Infus
Keuntungan
Keuntungan dalam pemasangan infus yakni pasien masih bisa bergerak dengan bebas, meskipun memang pergerakan terbatas. selain itu keuntungan lainnya yakni bila terjadi kerusakan pada area atau lokasi penusukan vena, maka kita masih bisa menusuk vena bagian atasnya.

Kesulitan
Kesulitan yang biasanya muncul dalam prosedur infus. pertama, prosedur tindakan pemasangan infus akan sulit bila pada anak-anak. hal ini lantaran vena pada anak-anak lebih kecil dibandingkan orang dewasa, semakin muda usia seseorang maka akan semakin sulit pemasangan infus tersebut. Selain itu pemasangan infus akan terasa sulit bila pasien dalam kondisi dehidrasi atau pada pasien yang gemuk (Berat berlebih), kondisi tersebut membuat pembuluh vena susah terlihat.

Persiapan Pasien

Monitor keadaan umum pasien. yakni berupa :

  • Kesadaran pasien seperti Composmentis (sadar penuh), sopor, coma, dan sebagainya.
  • Tanda-Tanda Vital (TTV) meliputi Tensi, Respirasi, Nadi, Suhu)
  • Turgor kulit

Memberi Edukasi atau informasi ke pasien :

  • Edukasi mencangkup kapan akan dilakukan pemasangan infus, dan untuk apa tujuan pemasangan infus tersebut dilakukan.
  • Waktu yang dibutuhkan untuk pemasangan infus
  • hal-hal yang mesti dilakukan ketika & setelah pemasangan infus :

–  Menjaga area/lokasi tempat penusukan, agar tetap bersih.

– Pasien tidak diperkenakan untuk mengatur tetesan infus sendiri.

– tidak diperbolehkan mencopot atau menarik selang infus.
– bila ada suatu masalah mengenai lokasi penusukan, harus di konsultasikan ke petugas medis.

Persiapan Alat / Peralatan yang Dibutuhkan
Berikut beberapa alat pemasangan infus beserta penjelasan singkatnya:

  • Cairan Infus disesuaikan dengan kebutuhan atau terapi
  • IV Cathter (Abocath), merupakan jarum yang diselubungi plastik. Sesuaikan ukuran jarum abocath ini dengan ukuran vena.
  • Set infus, dalam set infus ini terdiri dari 2 kategori yakni mikrodrip & makrodrip. Penggunaan mikrodrip diperuntukan untuk anak-anak dengan jumlah tetesan 60 tetes / ml. Sedangkan untuk makrodrip diperuntukan bagi orang dewasa, yaitu dengan jumlah tetesan 20 tetes / ml.
  • Selang Ekstension (Selang Infus)
  • Povidone-iodine Swabs, sebagai antiseptik. Bila tidak ada bisa juga memakai alkohol sebagai penggantinya.
  • Handscoon disposibel, sarung tangan sebagai safety/ pelindung diri, (sarung tangan bersih, bukan handscoon steril).
  • Tourniquet, Alat yang digunalan untuk mengikat bagian tubuh, hal ini diperuntukan agar pembuluh darah vena bisa dengan mudah terlihat jelas
  • Spalk, Alat ini diperuntukan bagi anak-anak dengan tujuan sebagai penyangga, untuk dewasa tidak perlu
  • Kasa dan povidone idone (bisa dalam bentuk salep atau cairan).
  • Plester atau hipavik, diperuntukan agar bisa merekatkan abocath supaya tidak lepas.
  • Perlak dan pengalas, digunakan agar tempat tidur kotor oleh darah atau cairan infus.
  • Bengkok, sebagai media untuk menaruh benda yang akan dibuang
  • Penyangga infusan (Tiang infus), sebagai tempat meletakan posisi cairan infus

Langkah-langkah Pemasangan infus

Tahap Pra interaksi

  • Mengidentifikasi terlebih dahulu pasien & kebutuhan pasien, misalnya jenis therapy yang akan diberikan.
  • Lakukan Cuci Tangan
  • Memprsiapkan alat-alat yang dibutuhkan, disesuaikan dengan alat yang tersedia.
    Tahap Orientasi
  • Memberikan salam ke pasien (Salam Terapetik), dan panggil pasien dengan namanya (untuk lebih akrab).
  • Menelaskan atas tindakan & prosedur yang akan dilaksanakan.
  • Berikan kesempatan juga kepada pasien untuk bertanya.
  • Seandainya pasien menolak untuk dilakukan pemasangan terapi infus, jelaskan kembali mengenau dampak yang akan mungkin terjadi bila infus tidak diberikan.

Tahap Kerja

  • Beri informasi/saran kepada pasien untuk memakai baju yang memudahkan keluar dan masuknya infus. Yakni pakaian yang berlengannya lebar.
  • Buka se steril dengan tehnik aseptik
  • Pastikan untuk kembali melakukan pengecekan cairan infus, dengan pedoman 6 benar. Pastikan label nama telah sesuai agar tidak tertukar dengan infusan yang lainnya.
  • Buka Set infus, lalu atur clem (Kunci infus) dibawah tabung drip setinggi + 2 sampai 4 Cm. Dan pastikan Klem dalam posisi Off.
  • Selanjutnya, buka penutup cairan & lakukan desinfektan pada ujung botol cairan infus yang akan dihubungkan dengan set infus. Tusukan atau hubungkan set infus dengan cairan infus secara perlahan dan pastikan set infus telah benar-benar masuk.
  • Gantungkan cairan infus pada tiang infusan. Lalu isi tabung drip dengan cairan infus, yakni dengan cara menekannya (isi drip 1/3 sampai 1/2 nya saja)
  • Buka klem sepenuhnya (pada keadaan On), & buka juga penutup jarum. Pegang selang bagian ujung dekat jarum, & biarkan air mengalir pada bengkok untuk memastikan tidak adanya udara di dalam selang infus, setelah itu tutup kembali klem( pastikan dalam keadaan Off).
  • Selanjutnya melakukan penusukan, gunakan IV catheter/abocath sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan.
  • Atur Posisi pasien senyaman mungkin, & tentukan juga lokasi pembuluh darah vena yang akan dilakukan penusukan/pemasangan infus (umumnya di tangan, tetapi tidak menutup kemungkinan juga diarea lainnya).
  • Simpan perlak & pengalas tepat dibawah lengan atau area lokasi yang akan dilakukan penusukan.
  • Bebaskan area lokasi yang akan dilakukan penusukan/pemasangan infus(misalnya seperti baju, jam tangan dll). Pasang alat torniquet tepat 10 sampai 15 cm diatas lokasi yang akan dilakukan area penusukan.
  • Pakailah sarung tangan (handscoon) untuk melindungi diri
  • Bersihkan area kulit dengan kapas alkohol atau dengan povidone-iodone Swabs (pada bagian yang akan dilakukan penusukan/pemasangan infus). Bersihkan secara melingkar dari bagian dalam ke arah keluar.
  • Pertahankan pembuluh darah vena dengan posisi yang stabil, atau posisi tidak bergerak kesana-kesini. Agar dapat lebih mudah melihat vena di tangan,beri intruksi agar pasien rileks dan mengepalkan tangannya, namun tidak dikeraskan.
  • Pegang IV Catheter (abocath) dengan sudut kurang lebih + 45 derajat, dengan lubang jarum menghadap keatas. Masukan dengan cara perlahan, & intruksikan pasien untuk tarik napas. Untuk dapat mengetahui apakah abocath telah masuk, bisa terlihat darah pada bagian ujung abocath, tarik mandrin (hanya bagian jarumnya saja, tidak bagian plastiknya) setinggi 0.5 cm.
  • Selanjutnya dorong IV Catheter (abocath) secara perlahan, lalu tarik mandrin perlahan. Setelah mandrin ditarik, pastikan memberi tekanan pada area tempat masuknya IC Catheter/abocath (agar darah tidak keluar). Setelah itu hubungkan antar abocath den infuset
  • Lepas tali Torniquetnya, dan coba alirkan cairan infus ( klem di buka jadi On).
  • Fiksasi IV Catheter ( abocath) dengan plester/hevavik. Jangan lupa untuk meletakan desinfektan di atas daerah tusukan dan tutup dengan menggunakan kasa.
  • Kemudian atur tetesan infus sesuai dengan program/perencanaan yang telah ditentukan/intruksikan sebelumnya.
  • Setelah selesai lepaskan Handscoon (sarung tengan). Taruh dalam bengkok untuk dibuang.

Tahap Terminasi

  • Evaluasi hasil tindakan, & tanyakan respon pasien pada proses tindakan yang telah dilakukan.
  • Hasilnya jangan lupa untuk didokumnetasikan
  • Lakukan kontrak selanjutnya dengan pasien jika tindakan lainnya yang perlu dilakukan
  • Membereskan peralatan tindakan pemasangan infus.
  • Cuci tangan dengan benar (6 langkah cuci tangan).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *