SOP Pemasangan Infus Terbaru & Lengkap

SOP Pemasangan Infus Terbaru & Lengkap

SOP Pemasangan Infus Terbaru & Lengkap – Selamat Datang teman-teman, kali ini admin akan memberikan ulasan lengkap mengenai Standar Operasional Prosedur Pemasangan Infus. Pemasangan infus ialah salah satu tindakan dasar & pertama yang mesti dilakukan oleh tenaga kesehatan, khususnya bagi seorang perawat. Sebagai langkah awal dari rangkaian kegiatan therapi pengobatan & perawatan terhadap hampir semua jenis kasus baik itu kondisi gawat, darurat, kritis, maupun sebagai tindakan profilaksis.

Oleh karena itu, sebagai tenaga kesehatan khususnya bagi seorang perawat  ialah sebuah keharusan untuk dapat melakukan tindakan pemasangan infus secara baik dan benar sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku di setiap intansi agar hal-hal yang tidak diinginkan dapat di cegah dan dihindari.

Untuk SOP pemasangan infus, di setiap instansi pelayanan kesehatan pasti memiliki SOP yang berbeda-beda, tergantung dari referensi mana yang digunakan. Namun secara garis besar, dalam pelaksanaannya semuanya hampir sama. Berikut ialah SOP pemasangan infus yang umum di gunakan oleh berbagai fasilitas kesehatan yang ada di Indonesia baik itu di Rumah Sakit, Puskesmas ataupun Klinik kesehatan.

A. Pengertian

Pemasangan Infus merupakan therapi pemberian sejumlah cairan ke dalam tubuh melalui sebuah jarum ke dalam pembuluh darah intra vena (pembuluh balik) untuk dapat memmpertahankan atau menggantikan cairan yang diperlukan oleh tubuh

B. Tujuan pemasangan infus

√ Mempertahankan & mengganti cairan tubuh yg di dalamnya memiliki berbagai kandungan diantaranya seperti air, elektrolit, protein, vitamin,lemak, ,& kalori yang tak mampu untuk dapat di pertahankan secara adekuat melalui oral

√ Memperbaiki volume berbagai komponen pada darah dan sebagai  jalan/jalur masuk dalam pemberian obat-obatan kedalam tubuh

√ Memonitor tekanan darah Intra Vena Central (CVP)

√ Agar dapat memperbaiki keseimbangan asam basa

√ Memberikan nutrisi pada saat system pencernaan untuk di istirahatkan.

C. Indikasi pemasangan infus

√ Kondisi gawat darurat atau emergency (misalnya ketika tindakan RJP), yang bertujuan untuk pemberian obat secara langsung melalui  pembuluh darah Intra Vena

√ Agar dapat memberikan pengaruh respon yang cepat terhadap pemberian obat (seperti furosemid, digoxin)

√ Pasien yang mendapat therapi obat dalam jumlah dosis yang cukup besar secara terus-menerus melalui pembuluh darah Intra vena

√ Pasien yang membutuhkan atas pencegahan gangguan cairan & elektrolit

√ Untuk menurunkan adanya ketidaknyamanan pada pasien dengan mengurangi kepentingan atas dilakukannya injeksi intramuskuler.

√ Pasien yg memperoleh tranfusi darah

√ Tindakan profilaksis (tindakan pencegahan) sebelum prosedur (misalnya pada tindakan operasi besar dengan resiko perdarahan, di pasang jalur infus intravena untuk persiapan bila terjadi syok, dan juga untuk memudahkan dalam pemberian obat)

√ Upaya profilaksis pada pasien dengan kondisi yang tidak stabil, misalnya syok (meneror nyawa) & terhadap risiko dehidrasi (kekurangan cairan) , sebelum pembuluh darah kolaps (tak dapat teraba), maka tak mampu untuk dipasang pemasangan infus.

D. Kontraindikasi

√ Inflamasi (terjadi bengkak, nyeri, demam) & infeksi di area lokasi pemasangan infus.

√ Daerah lengan bawah dengan pasien gagal ginjal, lantaran lokasi ini dapat di gunakan dalam pemasangan fistula arteri-vena (A-V shunt) untuk tindakan hemodialisis (cuci darah).

√ Obat-obatan yang memiliki potensi iritan pada pembuluh dalah vena kecil yang aliran darahnya sangat lambat (contohnya pembuluh vena pada tungkai & kaki).

E. Persiapan Alat

√ Standar infus

√ Cairan sesuai indikasi program medic

√ Set infuse

√ Jarum infuse (abocath) dengan ukuran yang sesuai

√ Pengalas/perlak

√ Torniket

√ Kapas alcohol (alkhol swab)

√ Plester

√ Gunting Kasa steril

√ Sarung tangan

√ Tegaderm (ada beberapa pelayanan kesehatan yang sudah menggunakannya)

F. Prosedur Kerja :

√ Jelaskan prosedur kepada pasien dalam pelaksanaan Pemasangan infus

√ Cuci tangan

√ Dekatkan alat dengan pasien

√ Mengatur posisi klien senyaman mungkin

√ Hubungkan cairan & infus set dengan cara memasukkan ke bagian karet atau pada akses selang ke botol infus

√ Isi cairan ke dalam set infus dengan menekan ruang tetesan sampai cairan terisi sebagian selanjutnya buka klem pada slang sampai cairan memenuhi selang & pastikan udara pada selang ke luar

√ Gunakan sarung tangan (handscoon)

√ Letakkan pangalas tepat dibawah lokasi ( vena ) yang akan dilakukan pemasangan infus

√ Lakukan pembendungan dengan menggunakan tornikut (karet pembendung) 10 sampai 15 cm di atas tempat penusukan & anjurkan pasien untuk menggenggam dengan melakukan gerakan sirkular ( apabila sadar )

√ Disinfeksi daerah yangg akan dilakukan penusukan jarum infus dengan menggunakan kapas alcohol (swab alkohol)

√ Lakukan penusukan pada pembuluh darah intra vena dengan meletakkan ibu jari tepat di bagian bawah vena dan posisi jarum infus ( abocath ) mengarah ke Jantung

√ Perhatikan adanya darah yang keluar melalui jarum infus ( abocath ) maka tarik ke luar pada bagian dalam ( jarum ) sambil meneruskan tusukan ke dalam pembuluh darah vena

√ Selanjutnya setelah  jarum infus bagian dalam dilepaskan atau dikeluarkan dari abocath, tahan bagian atas vena dengan melakukan tekanan menggunakan jari tangan perawat agar darah tidak ke luar. Selanjutnya bagian jarum infus dihubungkan atau disambungkan dengan slang infus

√ Buka pengatur tetesan infus dan atur kecepatan sesuai program medis

√ Lakukan fiksasi dengan menggunakan kasa pada bagian insersi

√ Tutup lokasi insersi dengan kasa kering kemudian plester atau tegaderm

√ Pasang label yang berisi tanggal & waktu pemasangan infus serta catat ukuran jarum

√ Rapihkan semua alat yang sudah digunakan

√ Lepaskan sarung tangan & cuci tangan

√ Observasi & evaluasi mengenai respon pasien, catat pada dokumentasi keperawatan

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *